Tahapan Untuk Mengajukan Dana Pada PNM
- ptsmistucel
- Jul 19, 2016
- 2 min read
Menggunakan PNM untuk penyertaan modal negara dinilai lebih efektif, karena memberikan efek multiplayer effect pada perusahaan tersebut. Ini juga yang secara tidak langsung menguntungkan negara, dimana negara tidak perlu kehilangan beberapa aset negara untuk mendanai sejumlah proyek yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut untuk kepentingan bersama. Namun yang perlu diperhatikan disini tidak semua perusahaan seperti BUMN, dll, bebas mengajukan peminjaman dana pada pihak PNM. Ada beberapa proses yang harus dilakukan untuk penggelontoran dana tersebut.
Marketing
Seorang marketing akan mengajukan pemberian pinjaman pada berbagai macam perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan proyek infratruktur negara yang mengalami kekurangan dana.
Credit analisis
Jika perusahaan tersebut memang kekurangan dana, maka perusahaan tersebut akan menajukan pinjaman modal dengan jumlah tertentu, yang kemudian akan dianalisa oleh perusahaan PNM.
Credit approval
Jika dana yang diajukan oleh perusahaan yang mengajukan kredit tersebut dinilai wajar dan benar, tentunya pihak penyedia PNM akan menyetujui peminjaman dana tersebut.
Documentation disbursement
Ada beberapa dokumentasi yang perlu disertakan untuk melengkapi proses peminjaman tersebut. Hal ini juga berfungsi untuk pihak PNM, mengetahui lebih lanjut tentang proyek tersebut.
Credit monitoring
Setelah semua hal telah disetujui dengan baik, baik oleh pihak perusahaan yang membutuhkan dana, pihak pemerintah menyetujui tentang proses peminjaman dana tersebut, juga pihak PNM menyetujui dan menyepakati berbagai macam hal, maka akan dilakukan proses credit monitoring. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah uang yang dikeluarkan tersebut telah di pergunakan dengan baik atau tidak.
Credit remedial
Jika terdapat hal-hal yang kurang tepat, seperti ternyata dana yang diajukan tersebut membengkak karena satu dan lain hal, akan segera dilakukan credit remedial. Dengan demikian proyek pembangunan tersebut tetap dapat berjalan dengan baik, dan proyek infrastruktur yang dibangun akan selesai tepat waktu.
Peminjaman dana sebagai penyertaan modal negara seperti ini memang dapat dilakukan di berbagai macam sektor yang ada saat ini seperti sektor jalan raya, transportasi, minyak dan gas, telekomunikasi, sektor perairan, listrik, dan beberapa sektor lainnya.